PENELITIAN
SEBAGAI STRATEGI BELAJAR
PENDAHULUAN
Pembelajaran dalam kelas akan berjalan dengan baik apabila
pendidik memilih strategi pembelajaran yang tepat dan memadukan
pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran serta taktik
pembelajaran. Pendidik memiliki peranan
peranan penting dalam mengelola kelas. Keberhasilan dalam proses
pembelajaran juga sangat ditentukan oleh situasi
kelas dan bagaimana guru menggunakan strategi pembelajaran. Setiap strategi
yang dipilih maupun digunakan oleh pendidik adalah baik, namun pendidik harus
memerhatikan beberapa faktor, misalnya keadaan kelas, jumlah siswa, materi yang diajarkan,
fasilitas serta waktu yang digunakan.
Kurikulum sudah mengatur mengenai penggunaan strategi pembelajaran, metode pembelajaran
yang dilakukan pendidik. Namun, pada kurikulum terbaru (K 2013) lebih
menekankan pendekatan scientific yang
secara tidak langsung menuntun siswa melakukan penelitian. Pendekatan scientific meliputi: mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomonikasikan. Pendekatan ini
sangat ideal, bila benar-benar diterapkan, karena akan melibatkan seluruh
kemampuan siswa, misalnya kemampuan bertanya, menganalisis dan
mengomonikasikan. Konteks penelitian untuk siswa, tidak menggunakan konsep
penelitian yang digunakan dalam perguruan tinggi untuk tugas akhir. Sebenarnya
banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita teliti dengan seksama seperti,
kita meneliti minuman x, kita akan melaksanakan survei ke toko atau supermarket
untuk melihat harga dan kandungan dalam
minuman itu, lalu membandingkan dengan toko yang lain. Setelah data diperoleh,
lalu kita menganalisis data tersebut dan terakhir kita menyimpulkan dari apa
yang kita teliti.
Penelitian ini dapat diterapkan di sekolah sebagai salah satu
strategi pembelajaran. Penelitian ini akan melibatkan banyak indra yang
bekerja. Bayangkan jika siswa hanya ditugaskan untuk membaca, atau mengerjakan
tugas tanpa melihat fenomena
langsung. Perlunya penelitian yang
dilakukan siswa adalah untuk meningkatkan kerangka berfikir siswa, sehingga
begitu mendapat informasi maka siswa tidak langsung menerima, tetapi juga
mengkaji apakah hal tersebut benar atau tidak. Siswa
melakukan suatu penelitian maka siswa terbiasa untuk menganalisis suatu
informasi maupun permasalahan yang ada. Siswa menjadi lebih aktif untuk mencoba
meneliti. Maka pendidik perlu merancang strategi pembelajaran penelitian untuk
siswa.
Adapun hal yang akan dibahas dalam paper ini adalah pengertian
penelitian siswa, karekteristik penelitian siswa sebagai strategi pembelajaran,
prinsip-prinsip strategi pembelajaran peneltian, langkah-langka penelitian
siswa dalam pembelajaran, kelebihan dan kekurangan penelitian siswa sebagai strategi
pembelajaran siswa serta contohnya dalam pembelajaran kimia.
Tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk memberikan pengertian
penelitian siswa (student research), mengidentifikasi karakteristik
strategi pembelajaran penelitian siswa, menjelaskan prinsip-prinsip penelitian
sebagai strategi pembelajaran, menjelaskan langkah-langkah pembelajarannya,
memberikan kelebihan dan kekurangan strategi pembelajaran penelitian
siswa, serta contoh dalam pembelajaran
kimia.
Manfaat dari paper ini adalah diharapkan pendidik mampu mengimplementasikan penelitian siswa sebagai strategi
pembelajaran dan sebagai acuan bila pendidik menerapkan strategi pembelajaran
penelitian siswa.
PEMBAHASAN
1. Pengertian Penelitian
Penelitian
berasal dari bahasa Prancis yaitu recercher yang artinya menyelidiki secara menyeluruh. Penelitian adalah kegiatan menyelidiki secara menyeluruh dilakukan
secara sistematis untuk mendapatkan sebuah kesimpulan atau pengetahuan baru.
Penelitian memiliki dua komponen penting
dalam penelitian yaitu :
1.
Penemuan
yang dilakukan secara sistematis dan sengaja
Penelitan merupakan kegiatan untuk menemukan pengetahuan baru atau
membuktikan pengetahuan yang sudah ada. Kegiatan ini tentu dilakukan secara
sistematis, maksudnya sistematis kegiatan penelitan ini sudah dirancang,
sehingga ada tahapan-tahapan yang harus dikerjakan secara berurutan,
selanjutnya penelitian dilakukan secara sengaja, maksudnya kegiatan penelitian
memang sudah direncanakan akan dilaksanakan kapan dan bagaimana penelitian ini
dilakukan.
2.
Penemuan
yang berfokus pada mengungkapkan beberapa pengetahuan baru.
Pada umumnya ada penelitian yang berfokus untuk mencari
pengetahuan baru. Artinya proses penelitian dilakukan untuk menemukan
pengetahuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Tentunya penelitian ini memerlukan banyak waktu karena dalam
melakukan penelitian yang baru seseorang harus bisa mengembangkan pengetahuan
yang sudah dia miliki untuk menemukan sebuah pengetahuan baru.
Ada banyak pendekatan yang berbeda untuk penelitian, sehingga
perlu adanya penyesuaian pendekatan sesuai dengan bidang yang dikaji. Secara
garis besar, ada tiga pendekatan umum untuk penelitian yang memiliki potensi
yang berguna sebagai strategi pengajaran, yaitu :
a. Penelitian berdasarkan
temuan yang diperoleh sebelumnya, artinya
kegiatan penelitian yang difokuskan untuk mengumpulkan informasi yang telah
ditemukan atau dikembangkan oleh orang lain. Penelitian dalam bentuk ini
biasanya digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh,
penelitian untuk menemukan catatan sejarah Perang Boer.
b. Penelitian berdasarkan pengumpulan data, artinya
penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tidak ada sebelum
penelitian dilakukan. Penelitian ini akan memberikan sebuah pengetahuan baru.
Misalnya, penelitian yang melibatkan wawancara orang Australia yang pernah
bertugas di Perang Teluk dan menarik kesimpulan tentang dampak perang terhadap
kehidupan. Dari contoh ini kegiatan penelitian sangat bermanfaat bagi
masyarakat. Sebab masyarakat mengetahui bagaimana Perang Teluk itu dan apa
dampak terhadap kehidupan, dari hal tersebut masyarakat dapat belajar mengenai sejarah.
c. Penelitian berdasarkan eksperimen. Penelitian eksperimen adalah
penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu
yang dikenakan pada subjek yang diteliti. Dengan kata lain penelitian
eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah
dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan
dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan.
Misalnya, penelitian yang meneliti efek menerapkan jumlah yang berbeda dan
jenis pupuk untuk mawar akan menjadi bentuk eksperimen terkontrol sengaja
mengubah hal-hal untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa
kegiatan belajar tidak harus disebut sebagai penelitian. Misalnya, menyalin mindless formulir
informasi ensiklopedia dari internet
untuk membuat tugas ini jelas tidak penelitian. Semua penelitian harus
berangkat untuk menjawab satu atau lebih pertanyaan penelitian. Menjawab
pertanyaan penelitian yang mengubah sebuah aktivitas ke dalam penelitian. Misalnya,
seorang guru berkata kepada siswa saya ingin Anda membuat tugas mengenai
peradaban Inca 'atau mengatakan' tugas Anda adalah untuk menjawab pertanyaan:
mengapa peradaban Inca hilang? Sehingga siswa tersebut akan mengumpulkan
data-data dan informasi terkait pertanyaan yang diberikan oleh gurunya.
Ketika penelitian digunakan
sebagai strategi mengajar, pertanyaan penelitian harus fokus pada isu-isu
penting yang dapat berhubungan dengan siswa (isu penting yang
seperti apa), tapi yang siswa tidak sepenuhnya memahami. Seperti pemecahan
masalah, penelitian akan membantu siswa untuk belajar ketika masalah sedang
diselidiki adalah masalah yang realistis dan cukup kompleks. Dalam banyak
kasus, penelitian akan lebih efektif sebagai strategi pembelajaran bagi siswa,
apabila siswa mampu mengembangkan pertanyaan penelitian mereka sendiri.
2. Karaktristik Penelitian Sebagai
Strategi Pembelajaran
a.
Menekankan
kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan,
artinya siswa ditempatkan sebagai subjek belajar sehingga mampu menemukan
sendiri inti dari materi pelajaran.
b.
Seluruh
aktivitas dilakukan oleh siswa diarahkan untuk menemukan jawaban dari suatu
permasalahan yang dipertanyakannya sehingga timbul rasa percaya diri.
c.
Guru
mengharapakan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan
sehingga penguasaan materi bukan tujuan utama mereka yang terpenting adalah
proses belajar.
d.
Bahan
pelajaran yang akan diajarkan adalah berupa kesimpulan yang perlu dibuktikan.
e.
Proses
pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu dan pertanyaan.
f.
Jumlah
siswa tidak terlalu banyak dalam satu kelas agar mudah dikendalikan atau
dikontrol.
g.
Guru
memiliki banyak waktu untuk melakukan pendekatan yang berpusat pada siswa.
a. Peran Guru
1)
Sebagai
fasilitator, mengarahkan siswa untuk melaksanakan penelitian, mengontrol
kegiatan penelitian dan mengevaluasi kegiatan.
2)
Sebagai
manager yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas.
3)
Sebagai
penanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat dan
memberikan keyakinan pada diri sendiri.
4)
Sebagai
administrator, yang bertanggungjawab terhadap keseluruhan kegiatan di dalam
kelas.
5)
Sebagai
pengarah, guru yang memimpin arus kegiatan perpikir siswa pada tujuan yang
diharapkan, mengembangkan pertanyaan penelitian yang cocok akan menjadi fokus kegiatan penelitian siswa
dan yang akan membantu mereka mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.
b. Peran Siswa :
1)
Peran siswa
sebagai subjek belajar yang melakukan penelitian, pelaksana proses penelitian.
2)
Siswa
bekerja secara individu atau dalam kelompok kecil.
3)
Siswa
difokuskan pada menjawab dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan penelitian.
4)
Tugas belajar biasanya akan membutuhkan siswa
untuk mengumpulkan beberapa bentuk data, menganalisis , dan menarik beberapa
kesimpulan
5)
Siswa
mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam beberapa cara yang tepat.
c. Beberapa Batasan Penggunaan Penelitian Sebagai Strategi
Mengajar
Penelitian bukanlah strategi yang cocok untuk digunakan
dalam semua situasi mengajar. Beberapa keterbatasan tertentu dari strategi ini
adalah :
1)
Sebagian
besar penelitian akan mengambil banyak waktu, terutama pada tahap awal ketika
siswa mengembangkan keterampilan dasar penelitian mereka.
2)
Penelitian
siswa tidak akan selalu menghasilkan pembelajaran yang diharapkan,
karena tidak semua siswa memiliki
keterampilan untuk mengumpulkan atau menginterpretasikan informasi, kemudian
faktor eksternal seperti peralatan eksperimen yang rusak atau mungkin karena
ketidakmampuan siswa untuk melakukan penelitian.
3)
Tidak semua
siswa akan senang belajar dengan cara ini. Siswa yang kurang percaya diri dalam
kemampuan mereka sendiri mungkin awalnya sangat enggan untuk berpartisipasi,
khususnya dalam proyek-proyek penelitian individu.
4)
Siswa yang
memiliki keterampilan menulis yang buruk akan sulit untuk melakukan penelitian,
karena saat menuliskan hasil laporan mereka akan mengalami kesulitan.
5)
Beberapa
siswa yang tidak memiliki keterampilan dalam penelitian akan mengalami
kesulitan
d.
Presentasi Hasil Penelitian
Hasil
penelitian yang diperoleh siswa hendaknya dipresentasikan. Siswa harus bisa
mempresentasikan hasil penelitian mereka dengan cara-cara yang tepat. Ketika
mempresentasikan hasil penelitian ada beberapa faktor-faktor yang perlu
diperhatikan, yaitu :
1)
Presentasi
seharusnya tidak dilihat sebagai hasil utama dari penelitian. Hasil yang paling
penting individu atau siswa memperoleh
pemahaman baru.
2)
Presentasi
harus menyoroti apakah siswa belajar, tidak hanya menunjukkan apa yang mereka
lakukan.
3)
Presentasi
harus fokus pada jawaban pertanyaan siswa.
4)
Kualitas
presentasi harus dinilai pada konten akademik bukan pada daya tarik presentasi.
3. Pertanyaan Penelitian
Pada
dasarnya ada dua pilihan mengenai pertanyaan penelitian yang pertama memberikan
siswa pertanyaan, kemudian yang kedua mereka yang mengembangkan sendiri
pertanyaan mereka. Keuntungan utama siswa yang mengembangkan pertanyaan
penelitian mereka sendiri , mereka akan menyelidiki hal-hal yang menarik bagi
mereka. Kerugiannya tidak dapat membuat
mereka untuk belajar sesuai apa yang diinginkan oleh pendidik dalam hal ini
adalah guru.
Oleh karena
itu, diharapkan bagi guru untuk mengembangkan pertanyaan penelitian yang akan
membimbing siswa ke arah belajar yang tepat, tetapi pada saat yang sama
memberikan mereka beberapa fleksibilitas sehingga mereka bisa termotivasi untuk
mengembangkan ide dan pertanyaan penelitian. Heckman,” menunjukkan bahwa
pengalaman yang paling bermakna adalah mereka yang muncul dari pertanyaan ingin
tahu alami anak-anak sendiri”. Tantangan guru adalah menciptakan lingkungan
belajar yang mana rasa ingin tahu siswa dapat disalurkan ke penyelidikan yang
akan membantu mereka mencapai hasil kurikulum.
4. Perencanaan Menggunakan
Penelitian Sebagai Strategi Mengajar
Penelitian
sangat banyak menggunakan pendekatan yang bepusat pada siswa. Proses penelitian
bagi siswa terutama siswa menengah rendah
harus dipandu dengan baik. Untuk bisa menggunakan penelitian sebagai
strategi pembelajaran yang efektif, guru perlu untuk merencanakan dengan hati-hati
dan mengantisipasi
masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Melakukan penelitian tidak cukup hanya
memberikan siswa pertanyaan penelitian dan membiarkan mereka untuk menemukan
sendiri jawaban dari pertanyaan tersebut. Sebaliknya, guru harus merencanakan
setiap tahapan penelitian dengan sebaik-baiknya, dan mempersiapkan siswa dengan
memastikan bahwa mereka memiliki semua keterampilan dalam melakukan penelitian.
Penelitian dapat digunakan dalam berbagai cara, misalnya :
a.
Siswa
bekerja secara individu atau dalam kelompok kecil.
b.
Upaya siswa
difokuskan pada menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
c.
Tugas belajar mereka biasanya akan membutuhkan mereka untuk
mengumpulkan beberapa bentuk data, menganalisis, dan menarik beberapa
kesimpulan.
d.
Siswa
mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam beberapa cara yang tepat.
Hal-hal yang harus direncanakan oleh guru sebelum melakukan
penelitian sebagai strategi penelitian :
a.
Memutuskan
apa yang harus dipelajari oleh siswa.
b.
Mengembangkan
pertanyaan penelitian yang cocok yang akan menjadi fokus kegiatan penelitian
siswa dan yang akan membantu mereka mencapai hasil pembelajaran yang
diinginkan.
c.
Memberikan
sejumlah strategi yang siswa mungkin gunakan jika mereka ingin berhasil dalam
penelitian.
d.
Merancang
pelajaran yang mana akan membantu siswa untuk melatih kemampuan penelitian
mereka.
e.
Membuat
sebuah rencana untuk memantau kemajuan siswa, untuk melakukannya guru harus
bisa pertama mengidentifikasi bagian-bagian dari penelitian siswa yang mungkin
menyebabkan mereka kesulitan untuk melaksanakannya. Kedua memutuskan apa
kesulitan-kesulitan ini dan memberikan beberapa strategi untuk meminimalkan
kesulitan-kesulitan tersebut.
f.
Merencanakan
bagaimana akan menilai apa yang siswa pelajari dari penelitian.
g.
Merancanakan
bagaimana akan mengevaluasi kegiatan penelitian.
5. Prinsip Penelitian Sebagai Strategi
Pembelajaran
a. Berorientasi
pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi pembelajaran
ini adalah pengembangan kemampuan berpikir dan berorientasi pada proses
belajar. Keberhasilan pembelajaran ini terlihat pada aktivitas siswa untuk mencari
dan menemukan sesuatu yang merupakan gagasan yang pasti.
b. Prinsip
Interaksi
Proses pembelajaran merupakan intraksi
antara siswa dengan guru yang mana guru berperan sebagai pengatur lingkungan
dan pengatur interaksi belajar. Guru mengarahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan
berpikir siswa.
c. Prinsip
belajar untuk bepikir
Belajar
merupakan proses berpikir yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak
secara maksimal.
d. Prinsip
keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba
berbagai kemungkinan. Untuk itu siswa hendaknya diberikan kebebasan utnuk
mencoba sesuatu sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Tugas
guru adalah menyediakan ruang untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka
membuktikan kebenaran
hipotesis yang diajukan.
6.
Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian Sebagai Strategi Pembelajaran
a. Orientasi
1.
Menjelaskan
topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa
2.
Menjelaskan
pokok-pokok kegiatan untuk mencapai tujuan
3.
Menjelaskan
pentingnya topik dan kegiatan belajar sebagai motivasi siswa
b. Merumuskan
Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah
membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang
disajikan adalah persoalan yang menantang untuk berpikir. Teka-teki yang
menjadi persoalan harus mengandung konsep yang jelas dan pasti. Konsep-konsep
dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh
siswa.
c. Merumuskan
Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari
suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis
perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk
mengembangkan kemampuan berhipotesis pada siswa adalah dengan mengajukan
pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan berbagai perkiraan
kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan.
d. Mengumpulkan
Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas
menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Proses pengumpulan data membutuhkan motivasi yang kuat dalam belajar, ketekunan
dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Tugas guru dalam tahapan ini
adalah mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari
informasi yang dibutuhkan. Pengumpulan data atau informasi bisa melalui buku
atau internet.
e. Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses
menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi
yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data sehingga guru dapat mengembangkan
kemampuan berpikir rasional siswa. Artinya, kebenaran jawaban bukan hanya
berdasarkan argumentasi tetapi didukung oleh data yang ditemukan dan dapat
dipertanggung jawabkan.
f. Merumuskan
Kesimpulan
Merumuskan
kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan
hasil pengujian hipotesis. Untuk memperoleh kesimpulan yang akurat,
sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa mana data yang relevan.
g. Melaporkan
hasil penelitian
Penyampaian hasil penelitian diperlukan
untuk menindaklanjuti penelitian yang siswa lakukan, apakah siswa benar-benar
memahami apa yang mereka kerjakan dan bagaimana mereka menyampaikan hasil
penelitian dengan baik dan benar. Siswa juga dapat belajar berkomunikasi dengan
baik.
h. Mengevaluasi
strategi penelitian
Guru
harus menyediakan lingkungan belajar untuk membantu siswa melakukan penelitian dan mendukung proses
penelitian. Selain lingkungan, guru juga harus melakukan hal-hal berikut untuk
membantu siswa melakukan penelitian, yaitu :
1.
Isu yang
diberikan yang baik dan realistis
2.
Membantu
siswa mengembangkan pertanyaan penelitian
3.
Memberikan
saran, darimana mereka harus memulai
4.
Membuat
jadwal yang jelas untuk melakukan penelitian
5.
Guru
menyampaikan pedoman
6.
Menyampaikan
hal-hal yang akan dinilai
7. Kelebihan Penelitian Sebagai Strategi
Pembelajaran
a. Kelebihan
1) Membantu siswa mengembangkan keterampilan dan proses kognitif
siswa
2) Memberi kesempatan siswa untuk berkembang sesuai kemampuanya
3) Siswa mengarahkan dirinya sendiri untuk belajar
4) Memperkuat pribadi siswa
5) Berpusat kepada siswa
b. Kekurangan
1) Harus ada persiapan mental
2) Kurang berhasil untuk kelas yang jumah siswanya yang terlalu
banyak
3) Guru dan siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional
4) Fasilitas kurang mendukung
5) Memerlukan waktu yang panjang.
8. Contoh Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Penelitian dalam
Pembelajarn Kimia
Contoh Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Penelitian dalam
Pembelajaran Kimia
Aplikasi dalam pembelajaran kimia
1.
Orientasi,
guru menjelaskan tujuan pembelajaran
Materi : larutan elektrolit dan
nonelektrolit
Tujuan pembelajaran :
a.
Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non
elektrolit melalui percobaan;
b.
Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan
non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya;
c.
Menjelaskan
penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik;
d.
Mendeskripsikan
bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar
Pendidik (guru) bisa memberikan sedikit motivasi bahwa materi ini
sangat penting untuk dikuasai.
2.
Merumuskan
masalah
Guru memberikan
instruksi untuk melakukan percobaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu
mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit. Berdasarkan
percobaan ini, siswa diharapkan mampu untuk merumuskan beberapa
pertanyaan penelitian terkait percobaan yang telah dilakukan. Percobaan yang dilakukan adalah menguji
beberapa larutan apakah dapat menyalakan lampu pada rangkaian listrik
sederhana. Adapun rumusan masalah yang
muncul sesuai arahan oleh guru :
1. Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit dan non elektrolit ?
2. Bagaimana penggolongan larutan elektrolit dan nonelektrolit?
3. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik dan non
elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik ?
Ketiga pertanyaan diatas hanya beberapa
contoh, jika siswa benar-benar menghayati, mungkin akan menimbulkan lebih dari
tiga pertanyaan. Misalnya, kenapa pada larutan X nyala lampu lebih redup dari
larutan Y?
3.
Hipotesis
Sebelum melakukan percobaan diharapkan siswa sudah memiliki
pengetahuan tentang materi. Sehingga pada saat siswa berhipotesis, diharapkan
siswa memiliki konsep tentang percobaan yang dilakukan. Agar lebih efektif ada
baiknya guru memberikan penjelasan diawal mengenai materi tersebut. Berdasarkan
rumusan masalah, hipotesis siswa yang diharapkan adalah :
1.
Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus
listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah zat yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
2.
Larutan elektolit digolongkan menjadi elektrolit kuat dan
elektrolit lemah serta larutan nonelektrolit
3.
Hal ini disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion
dalam pelarut air.
Jawaban-jawaban diatas dapat dikembangkan oleh siswa sesuai dengan
hasil pencarian informasi atau pengumpulan data. Sehingga jawaban siswa
nantinya akan bervariasi.
4.
Mengumpulkan
data
Mengumpulkan data atau sejumlah informasi baik dari buku, internet
dan sumber lain yang mendukung untuk menemukan jawaban. Jika siswa benar-benar
mencari sumber dan jawaban pada sumber yang tepat, maka siswa tidak hanya akan
menjawab rumusan masalah, melainkan siswa dapat menjelaskan bagaimana terjadi mekanisme pelarutan
NaCl dalam H2O sehingga bersifat elektrolit.
5.
Menguji
hipotesis
Pengujian hipotesis
atau dugaan sementara bisa diperkuat dengan penjelasan dari buku atau sumber
lain yang terpercaya. Siswa
akan berfikir tentang hipotesis yang mereka ajukan, apakah benar hipotesis yang
mereka punya. Bahkan siswa kan lebih ajuh meninjau sejauh mana kebenaran
hipotesis mereka dan bagaimana mereka terus mengembangkan jawaban-jawaban yang
mungkin. Jika siswa benar-benar melakukan penelitian, maka kemungkinan akan
timbul pertanyaan baru yang akan terus dicari jawabannya oleh siswa.
6.
Melaporkan
hasil penelitian
Penyampaian hasil
penelitian merupakan hal yang penting, karena melalui penyampaian siswa maka
pendidik atau guru akan mengetahui apakah siswa mereka benar-benar paham melakukan
suatu penelitian. Selain itu guru dapat mengetahui sejauh apa siswanya
mengembangkan pertanyaan penelitian dan bagaimana siswanya memanfaatkan sumber
7.
Kesimpulan
Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan
larutan nonelektrolit adalah zat yang tidak
dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektolit digolongkan menjadi
elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan nonelektrolit. Hal ini
disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
PENUTUP
Ringkasan
Penelitian adalah kegiatan menyelidiki secara menyeluruh dilakukan
secara sistematis untuk mendapatkan sebuah kesimpuan atau pengetahuan baru.
Adapun karakteristik dari strategi pembelajaran penelitian adalah siswa
ditempatkan sebagai subjek belajar sehingga mampu menemukan sendiri inti dari
materi pelajaran, proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tau dan
pertanyaan, lebih menekankan proses belajar siswa, peran guru sebagai
fasilitator, administrator, penanya, pengarah, manajer dan siswa sebagai subjek
belajar. Langkah-langkah penelitian sebagai strategi pembelajaran yang pertama
melakukan orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan
data, menguji hipotesis, menyimpulkan dan menyampaikan hasil penelitian. Kelebihan dengan menggunakan strategi pembelajaran penelitian
adalah lebih membelajarkan siswa dan kelemahannya memerlukan persiapan yang
matang, guru dan siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional,
fasilitas kurang mendukung, dan memerlukan waktu yang panjang. Strategi
pembelajaran penelitian dimulai dari orientasi, kemudian merumuskan masalah,
merumuskan hipotesis, menguji hipotesis dan merumuskan kesimpulan. Contoh
aplikasi strategi pembelajaran penelitian dalam pembelajaran kimia adalah larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Daftar Pustaka
Killen, Roy.2007. Efecting Teaching Strategy (4thEd).
Australia : Cengaage
Mulyasa.2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung
: PT Remaja Rosdakarya
Nasution. 2006. Metode
Research. Jakarta : Bumi Aksara
Suyanti, Retno Dwi.
2010. Strategi Pembelajaran Kimia.
Yogjakarta : Graha Ilmu







No comments:
Post a Comment