Makalah Penelitian sebagai Strategi Mengajar



PENELITIAN SEBAGAI STRATEGI BELAJAR
PENDAHULUAN
Pembelajaran dalam kelas akan berjalan dengan baik apabila pendidik memilih strategi pembelajaran yang tepat dan memadukan pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran serta taktik pembelajaran. Pendidik memiliki peranan  peranan penting dalam mengelola kelas. Keberhasilan dalam proses pembelajaran juga sangat ditentukan oleh situasi kelas dan bagaimana guru menggunakan strategi pembelajaran. Setiap strategi yang dipilih maupun digunakan oleh pendidik adalah baik, namun pendidik harus memerhatikan beberapa faktor, misalnya keadaan kelas, jumlah siswa, materi yang diajarkan, fasilitas serta waktu yang digunakan. 
Kurikulum sudah mengatur mengenai penggunaan strategi pembelajaran, metode pembelajaran yang dilakukan pendidik. Namun, pada kurikulum terbaru (K 2013) lebih menekankan pendekatan scientific yang secara tidak langsung menuntun siswa melakukan penelitian. Pendekatan scientific meliputi: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengomonikasikan. Pendekatan ini sangat ideal, bila benar-benar diterapkan, karena akan melibatkan seluruh kemampuan siswa, misalnya kemampuan bertanya, menganalisis dan mengomonikasikan. Konteks penelitian untuk siswa, tidak menggunakan konsep penelitian yang digunakan dalam perguruan tinggi untuk tugas akhir. Sebenarnya banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita teliti dengan seksama seperti, kita meneliti minuman x, kita akan melaksanakan survei ke toko atau supermarket untuk melihat  harga dan kandungan dalam minuman itu, lalu membandingkan dengan toko yang lain. Setelah data diperoleh, lalu kita menganalisis data tersebut dan terakhir kita menyimpulkan dari apa yang kita teliti.
Penelitian ini dapat diterapkan di sekolah sebagai salah satu strategi pembelajaran. Penelitian ini akan melibatkan banyak indra yang bekerja. Bayangkan jika siswa hanya ditugaskan untuk membaca, atau mengerjakan tugas  tanpa melihat fenomena langsung.  Perlunya penelitian yang dilakukan siswa adalah untuk meningkatkan kerangka berfikir siswa, sehingga begitu mendapat informasi maka siswa tidak langsung menerima, tetapi juga mengkaji apakah hal tersebut benar atau tidak. Siswa melakukan suatu penelitian maka siswa terbiasa untuk menganalisis suatu informasi maupun permasalahan yang ada. Siswa menjadi lebih aktif untuk mencoba meneliti. Maka pendidik perlu merancang strategi pembelajaran penelitian untuk siswa.
Adapun hal yang akan dibahas dalam paper ini adalah pengertian penelitian siswa, karekteristik penelitian siswa sebagai strategi pembelajaran, prinsip-prinsip strategi pembelajaran peneltian, langkah-langka penelitian siswa dalam pembelajaran, kelebihan dan kekurangan  penelitian siswa sebagai strategi pembelajaran siswa serta contohnya dalam pembelajaran kimia.
Tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk memberikan pengertian penelitian siswa (student research), mengidentifikasi karakteristik strategi pembelajaran penelitian siswa, menjelaskan prinsip-prinsip penelitian sebagai strategi pembelajaran, menjelaskan langkah-langkah pembelajarannya, memberikan kelebihan dan kekurangan strategi pembelajaran penelitian siswa,  serta contoh dalam pembelajaran kimia.
Manfaat dari paper ini adalah diharapkan pendidik mampu mengimplementasikan  penelitian siswa sebagai strategi pembelajaran dan sebagai acuan bila pendidik menerapkan strategi pembelajaran penelitian siswa.

 

PEMBAHASAN
1. Pengertian Penelitian
Penelitian berasal dari bahasa Prancis yaitu recercher yang artinya menyelidiki secara menyeluruh. Penelitian adalah kegiatan menyelidiki secara menyeluruh dilakukan secara sistematis untuk mendapatkan sebuah kesimpulan atau pengetahuan baru. Penelitian memiliki  dua komponen penting dalam penelitian yaitu :
1.      Penemuan yang dilakukan secara sistematis dan sengaja
Penelitan merupakan kegiatan untuk menemukan pengetahuan baru atau membuktikan pengetahuan yang sudah ada. Kegiatan ini tentu dilakukan secara sistematis, maksudnya sistematis kegiatan penelitan ini sudah dirancang, sehingga ada tahapan-tahapan yang harus dikerjakan secara berurutan, selanjutnya penelitian dilakukan secara sengaja, maksudnya kegiatan penelitian memang sudah direncanakan akan dilaksanakan kapan dan bagaimana penelitian ini dilakukan.
2.      Penemuan yang berfokus pada mengungkapkan beberapa pengetahuan baru.
Pada umumnya ada penelitian yang berfokus untuk mencari pengetahuan baru. Artinya proses penelitian dilakukan untuk menemukan pengetahuan baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Tentunya penelitian ini memerlukan banyak waktu karena dalam melakukan penelitian yang baru seseorang harus bisa mengembangkan pengetahuan yang sudah dia miliki untuk menemukan sebuah pengetahuan baru. 
Ada banyak pendekatan yang berbeda untuk penelitian, sehingga perlu adanya penyesuaian pendekatan sesuai dengan bidang yang dikaji. Secara garis besar, ada tiga pendekatan umum untuk penelitian yang memiliki potensi yang berguna sebagai strategi pengajaran, yaitu :
a.  Penelitian berdasarkan temuan yang diperoleh sebelumnya, artinya kegiatan penelitian yang difokuskan untuk mengumpulkan informasi yang telah ditemukan atau dikembangkan oleh orang lain. Penelitian dalam bentuk ini biasanya digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, penelitian untuk menemukan catatan sejarah Perang Boer.
b.  Penelitian berdasarkan pengumpulan data, artinya penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang tidak ada sebelum penelitian dilakukan. Penelitian ini akan memberikan sebuah pengetahuan baru. Misalnya, penelitian yang melibatkan wawancara orang Australia yang pernah bertugas di Perang Teluk dan menarik kesimpulan tentang dampak perang terhadap kehidupan. Dari contoh ini kegiatan penelitian sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab masyarakat mengetahui bagaimana Perang Teluk itu dan apa dampak terhadap kehidupan, dari hal tersebut masyarakat dapat belajar mengenai sejarah. 
c.  Penelitian berdasarkan eksperimen. Penelitian eksperimen adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjek yang diteliti. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Misalnya, penelitian yang meneliti efek menerapkan jumlah yang berbeda dan jenis pupuk untuk mawar akan menjadi bentuk eksperimen terkontrol sengaja mengubah hal-hal untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa kegiatan belajar tidak harus disebut sebagai penelitian.  Misalnya, menyalin mindless formulir informasi ensiklopedia  dari internet untuk membuat tugas ini jelas tidak penelitian. Semua penelitian harus berangkat untuk menjawab satu atau lebih pertanyaan penelitian. Menjawab pertanyaan penelitian yang mengubah sebuah aktivitas ke dalam penelitian.  Misalnya,  seorang guru berkata kepada siswa saya ingin Anda membuat tugas mengenai peradaban Inca 'atau mengatakan' tugas Anda adalah untuk menjawab pertanyaan: mengapa peradaban Inca hilang? Sehingga siswa tersebut akan mengumpulkan data-data dan informasi terkait pertanyaan yang diberikan oleh gurunya.
Ketika penelitian digunakan sebagai strategi mengajar, pertanyaan penelitian harus fokus pada isu-isu penting yang dapat berhubungan dengan siswa (isu penting yang seperti apa), tapi yang siswa tidak sepenuhnya memahami. Seperti pemecahan masalah, penelitian akan membantu siswa untuk belajar ketika masalah sedang diselidiki adalah masalah yang realistis dan cukup kompleks. Dalam banyak kasus, penelitian akan lebih efektif sebagai strategi pembelajaran bagi siswa, apabila siswa mampu mengembangkan pertanyaan penelitian mereka sendiri.

2. Karaktristik Penelitian Sebagai Strategi Pembelajaran
a.       Menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya siswa ditempatkan sebagai subjek belajar sehingga mampu menemukan sendiri inti dari materi pelajaran.
b.      Seluruh aktivitas dilakukan oleh siswa diarahkan untuk menemukan jawaban dari suatu permasalahan yang dipertanyakannya sehingga timbul rasa percaya diri.
c.       Guru mengharapakan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan sehingga penguasaan materi bukan tujuan utama mereka yang terpenting adalah proses belajar.
d.      Bahan pelajaran yang akan diajarkan adalah berupa kesimpulan yang perlu dibuktikan.
e.       Proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu dan pertanyaan.
f.       Jumlah siswa tidak terlalu banyak dalam satu kelas agar mudah dikendalikan atau dikontrol.
g.      Guru memiliki banyak waktu untuk melakukan pendekatan yang berpusat pada siswa.
a. Peran Guru
1)      Sebagai fasilitator, mengarahkan siswa untuk melaksanakan penelitian, mengontrol kegiatan penelitian dan mengevaluasi kegiatan.
2)      Sebagai manager yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas.
3)      Sebagai penanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat dan memberikan keyakinan pada diri sendiri.
4)      Sebagai administrator, yang bertanggungjawab terhadap keseluruhan kegiatan di dalam kelas.
5)      Sebagai pengarah, guru yang memimpin arus kegiatan perpikir siswa pada tujuan yang diharapkan, mengembangkan pertanyaan penelitian yang cocok  akan menjadi fokus kegiatan penelitian siswa dan yang akan membantu mereka mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.
b. Peran Siswa :
1)      Peran siswa sebagai subjek belajar yang melakukan penelitian, pelaksana proses penelitian.
2)      Siswa bekerja secara individu atau dalam kelompok kecil.
3)      Siswa difokuskan pada menjawab dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan penelitian.
4)       Tugas belajar biasanya akan membutuhkan siswa untuk mengumpulkan beberapa bentuk data, menganalisis , dan menarik beberapa kesimpulan
5)      Siswa mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam beberapa cara yang tepat.

c. Beberapa Batasan Penggunaan Penelitian Sebagai Strategi Mengajar
Penelitian  bukanlah strategi yang cocok untuk digunakan dalam semua situasi mengajar. Beberapa keterbatasan tertentu dari strategi ini adalah :
1)      Sebagian besar penelitian akan mengambil banyak waktu, terutama pada tahap awal ketika siswa mengembangkan keterampilan dasar penelitian mereka.
2)      Penelitian siswa tidak akan selalu menghasilkan pembelajaran yang diharapkan, karena tidak semua siswa  memiliki keterampilan untuk mengumpulkan atau menginterpretasikan informasi, kemudian faktor eksternal seperti peralatan eksperimen yang rusak atau mungkin karena ketidakmampuan siswa untuk melakukan penelitian.
3)      Tidak semua siswa akan senang belajar dengan cara ini. Siswa yang kurang percaya diri dalam kemampuan mereka sendiri mungkin awalnya sangat enggan untuk berpartisipasi, khususnya dalam proyek-proyek penelitian individu.
4)      Siswa yang memiliki keterampilan menulis yang buruk akan sulit untuk melakukan penelitian, karena saat menuliskan hasil laporan mereka akan mengalami kesulitan.
5)      Beberapa siswa yang tidak memiliki keterampilan dalam penelitian akan mengalami kesulitan
d. Presentasi Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang diperoleh siswa hendaknya dipresentasikan. Siswa harus bisa mempresentasikan hasil penelitian mereka dengan cara-cara yang tepat. Ketika mempresentasikan hasil penelitian ada beberapa faktor-faktor yang perlu diperhatikan, yaitu :
1)      Presentasi seharusnya tidak dilihat sebagai hasil utama dari penelitian. Hasil yang paling penting  individu atau siswa memperoleh pemahaman baru.
2)      Presentasi harus menyoroti apakah siswa belajar, tidak hanya menunjukkan apa yang mereka lakukan.
3)      Presentasi harus fokus pada jawaban pertanyaan siswa.
4)      Kualitas presentasi harus dinilai pada konten akademik bukan pada daya tarik  presentasi.
3. Pertanyaan Penelitian
Pada dasarnya ada dua pilihan mengenai pertanyaan penelitian yang pertama memberikan siswa pertanyaan, kemudian yang kedua mereka yang mengembangkan sendiri pertanyaan mereka. Keuntungan utama siswa yang mengembangkan pertanyaan penelitian mereka sendiri , mereka akan menyelidiki hal-hal yang menarik bagi mereka. Kerugiannya  tidak dapat membuat mereka untuk belajar sesuai apa yang diinginkan oleh pendidik dalam hal ini adalah guru.
Oleh karena itu, diharapkan bagi guru untuk mengembangkan pertanyaan penelitian yang akan membimbing siswa ke arah belajar yang tepat, tetapi pada saat yang sama memberikan mereka beberapa fleksibilitas sehingga mereka bisa termotivasi untuk mengembangkan ide dan pertanyaan penelitian. Heckman,” menunjukkan bahwa pengalaman yang paling bermakna adalah mereka yang muncul dari pertanyaan ingin tahu alami anak-anak sendiri”. Tantangan guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang mana rasa ingin tahu siswa dapat disalurkan ke penyelidikan yang akan membantu mereka mencapai hasil kurikulum.

4. Perencanaan Menggunakan Penelitian Sebagai Strategi Mengajar
Penelitian sangat banyak menggunakan pendekatan yang bepusat pada siswa. Proses penelitian bagi siswa terutama siswa menengah rendah  harus dipandu dengan baik. Untuk bisa menggunakan penelitian sebagai strategi pembelajaran yang efektif, guru perlu untuk merencanakan dengan hati-hati dan mengantisipasi masalah yang mungkin dialami oleh siswa. Melakukan penelitian tidak cukup hanya memberikan siswa pertanyaan penelitian dan membiarkan mereka untuk menemukan sendiri jawaban dari pertanyaan tersebut. Sebaliknya, guru harus merencanakan setiap tahapan penelitian dengan sebaik-baiknya, dan mempersiapkan siswa dengan memastikan bahwa mereka memiliki semua keterampilan dalam melakukan penelitian. Penelitian dapat digunakan dalam berbagai cara, misalnya :
a.       Siswa bekerja secara individu atau dalam kelompok kecil.
b.      Upaya siswa difokuskan pada menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
c.       Tugas belajar mereka biasanya akan membutuhkan mereka untuk mengumpulkan beberapa bentuk data, menganalisis, dan menarik beberapa kesimpulan.
d.      Siswa mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam beberapa cara yang tepat.
Hal-hal yang harus direncanakan oleh guru sebelum melakukan penelitian sebagai strategi penelitian :
a.       Memutuskan apa yang harus dipelajari oleh siswa.
b.      Mengembangkan pertanyaan penelitian yang cocok yang akan menjadi fokus kegiatan penelitian siswa dan yang akan membantu mereka mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.
c.       Memberikan sejumlah strategi yang siswa mungkin gunakan jika mereka ingin berhasil dalam penelitian.
d.      Merancang pelajaran yang mana akan membantu siswa untuk melatih kemampuan penelitian mereka.
e.       Membuat sebuah rencana untuk memantau kemajuan siswa, untuk melakukannya guru harus bisa pertama mengidentifikasi bagian-bagian dari penelitian siswa yang mungkin menyebabkan mereka kesulitan untuk melaksanakannya. Kedua memutuskan apa kesulitan-kesulitan ini dan memberikan beberapa strategi untuk meminimalkan kesulitan-kesulitan tersebut.
f.       Merencanakan bagaimana akan menilai apa yang siswa pelajari dari penelitian.
g.      Merancanakan bagaimana akan mengevaluasi kegiatan penelitian.

5. Prinsip Penelitian Sebagai Strategi Pembelajaran
a.      Berorientasi pada pengembangan intelektual
Tujuan utama dari strategi pembelajaran ini adalah pengembangan kemampuan berpikir dan berorientasi pada proses belajar. Keberhasilan pembelajaran ini terlihat pada aktivitas siswa untuk mencari dan menemukan sesuatu yang merupakan gagasan yang pasti.
b.      Prinsip Interaksi
Proses pembelajaran merupakan intraksi antara siswa dengan guru yang mana guru berperan sebagai pengatur lingkungan dan pengatur interaksi belajar. Guru mengarahkan siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa.
c.       Prinsip belajar untuk bepikir
Belajar merupakan proses berpikir yakni proses mengembangkan potensi seluruh otak secara maksimal.
d.      Prinsip keterbukaan
Belajar adalah suatu proses mencoba berbagai kemungkinan. Untuk itu siswa hendaknya diberikan kebebasan utnuk mencoba sesuatu sesuai dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan kebenaran
hipotesis yang diajukan.



6. Langkah-Langkah Pelaksanaan Penelitian Sebagai Strategi Pembelajaran
a.      Orientasi
1.          Menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa
2.          Menjelaskan pokok-pokok kegiatan untuk mencapai tujuan
3.          Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar sebagai motivasi siswa
b.      Merumuskan Masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang untuk berpikir. Teka-teki yang menjadi persoalan harus mengandung konsep yang jelas dan pasti. Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh siswa.
c.       Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mengembangkan kemampuan berhipotesis pada siswa adalah dengan mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan.
d.      Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Proses pengumpulan data membutuhkan motivasi yang kuat dalam belajar, ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya. Tugas guru dalam tahapan ini adalah mengajukan pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk berpikir mencari informasi yang dibutuhkan. Pengumpulan data atau informasi bisa melalui buku atau internet.
e.       Menguji Hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data sehingga guru dapat mengembangkan kemampuan berpikir rasional siswa. Artinya, kebenaran jawaban bukan hanya berdasarkan argumentasi tetapi didukung oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggung jawabkan.



f.       Merumuskan Kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Untuk memperoleh kesimpulan yang akurat, sebaiknya guru mampu menunjukkan pada siswa mana data yang relevan.
g.      Melaporkan hasil penelitian
Penyampaian hasil penelitian diperlukan untuk menindaklanjuti penelitian yang siswa lakukan, apakah siswa benar-benar memahami apa yang mereka kerjakan dan bagaimana mereka menyampaikan hasil penelitian dengan baik dan benar. Siswa juga dapat belajar berkomunikasi dengan baik.
h.      Mengevaluasi strategi penelitian
Guru harus menyediakan lingkungan belajar untuk membantu siswa melakukan penelitian  dan mendukung proses penelitian. Selain lingkungan, guru juga harus melakukan hal-hal berikut untuk membantu siswa melakukan penelitian, yaitu :
1.      Isu yang diberikan yang baik dan realistis
2.      Membantu siswa mengembangkan pertanyaan penelitian
3.      Memberikan saran, darimana mereka harus memulai
4.      Membuat jadwal yang jelas untuk melakukan penelitian
5.      Guru menyampaikan pedoman
6.      Menyampaikan hal-hal yang akan dinilai

7. Kelebihan Penelitian Sebagai Strategi Pembelajaran
a.    Kelebihan
1)     Membantu siswa mengembangkan keterampilan dan proses kognitif siswa
2)     Memberi kesempatan siswa untuk berkembang sesuai kemampuanya
3)     Siswa mengarahkan dirinya sendiri untuk belajar
4)     Memperkuat pribadi siswa
5)     Berpusat kepada siswa
b.  Kekurangan
1) Harus ada persiapan mental
2) Kurang berhasil untuk kelas yang jumah siswanya yang terlalu banyak
3) Guru dan siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional
4) Fasilitas kurang mendukung
5) Memerlukan waktu yang panjang.

8. Contoh Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Penelitian dalam Pembelajarn Kimia
Contoh Penerapan Strategi Pembelajaran dengan Penelitian dalam Pembelajaran Kimia
Aplikasi dalam pembelajaran kimia
1.      Orientasi, guru menjelaskan tujuan pembelajaran
Materi : larutan elektrolit dan nonelektrolit
Tujuan pembelajaran :
a.       Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit melalui percobaan;
b.      Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya;
c.        Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus listrik;
d.       Mendeskripsikan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar
Pendidik (guru) bisa memberikan sedikit motivasi bahwa materi ini sangat penting untuk dikuasai.
2.      Merumuskan masalah
Guru memberikan instruksi untuk melakukan percobaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit. Berdasarkan percobaan ini, siswa diharapkan mampu untuk merumuskan beberapa pertanyaan penelitian terkait percobaan yang telah dilakukan. Percobaan yang dilakukan adalah menguji beberapa larutan apakah dapat menyalakan lampu pada rangkaian listrik sederhana. Adapun rumusan masalah yang muncul sesuai arahan oleh guru :
1.  Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit dan non elektrolit ?
2.  Bagaimana penggolongan larutan elektrolit dan nonelektrolit?
3.  Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik dan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik ?
Ketiga pertanyaan diatas hanya beberapa contoh, jika siswa benar-benar menghayati, mungkin akan menimbulkan lebih dari tiga pertanyaan. Misalnya, kenapa pada larutan X nyala lampu lebih redup dari larutan Y?
3.      Hipotesis
Sebelum melakukan percobaan diharapkan siswa sudah memiliki pengetahuan tentang materi. Sehingga pada saat siswa berhipotesis, diharapkan siswa memiliki konsep tentang percobaan yang dilakukan. Agar lebih efektif ada baiknya guru memberikan penjelasan diawal mengenai materi tersebut. Berdasarkan rumusan masalah, hipotesis siswa yang diharapkan adalah :
1.      Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah zat yang tidak  dapat menghantarkan arus listrik.
2.      Larutan elektolit digolongkan menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan nonelektrolit
3.      Hal ini disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
Jawaban-jawaban diatas dapat dikembangkan oleh siswa sesuai dengan hasil pencarian informasi atau pengumpulan data. Sehingga jawaban siswa nantinya akan bervariasi.
4.      Mengumpulkan data
Mengumpulkan data atau sejumlah informasi baik dari buku, internet dan sumber lain yang mendukung untuk menemukan jawaban. Jika siswa benar-benar mencari sumber dan jawaban pada sumber yang tepat, maka siswa tidak hanya akan menjawab rumusan masalah, melainkan siswa dapat menjelaskan bagaimana terjadi mekanisme pelarutan NaCl dalam H2O sehingga bersifat elektrolit.
5.      Menguji hipotesis
Pengujian hipotesis atau dugaan sementara bisa diperkuat dengan penjelasan dari buku atau sumber lain yang terpercaya. Siswa akan berfikir tentang hipotesis yang mereka ajukan, apakah benar hipotesis yang mereka punya. Bahkan siswa kan lebih ajuh meninjau sejauh mana kebenaran hipotesis mereka dan bagaimana mereka terus mengembangkan jawaban-jawaban yang mungkin. Jika siswa benar-benar melakukan penelitian, maka kemungkinan akan timbul pertanyaan baru yang akan terus dicari jawabannya oleh siswa.
6.      Melaporkan hasil penelitian
Penyampaian hasil penelitian merupakan hal yang penting, karena melalui penyampaian siswa maka pendidik atau guru akan mengetahui apakah siswa mereka benar-benar paham melakukan suatu penelitian. Selain itu guru dapat mengetahui sejauh apa siswanya mengembangkan pertanyaan penelitian dan bagaimana siswanya memanfaatkan sumber
7.      Kesimpulan
Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah zat yang tidak  dapat menghantarkan arus listrik. Larutan elektolit digolongkan menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan nonelektrolit. Hal ini disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.

PENUTUP
Ringkasan
Penelitian adalah kegiatan menyelidiki secara menyeluruh dilakukan secara sistematis untuk mendapatkan sebuah kesimpuan atau pengetahuan baru. Adapun karakteristik dari strategi pembelajaran penelitian adalah siswa ditempatkan sebagai subjek belajar sehingga mampu menemukan sendiri inti dari materi pelajaran, proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tau dan pertanyaan, lebih menekankan proses belajar siswa, peran guru sebagai fasilitator, administrator, penanya, pengarah, manajer dan siswa sebagai subjek belajar. Langkah-langkah penelitian sebagai strategi pembelajaran yang pertama melakukan orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, menyimpulkan dan menyampaikan hasil penelitian. Kelebihan dengan menggunakan strategi pembelajaran penelitian adalah lebih membelajarkan siswa dan kelemahannya memerlukan persiapan yang matang, guru dan siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran tradisional, fasilitas kurang mendukung, dan memerlukan waktu yang panjang. Strategi pembelajaran penelitian dimulai dari orientasi, kemudian merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis dan merumuskan kesimpulan. Contoh aplikasi strategi pembelajaran penelitian dalam pembelajaran kimia adalah larutan elektrolit dan nonelektrolit.


Daftar Pustaka

Killen, Roy.2007. Efecting Teaching Strategy (4thEd). Australia : Cengaage
Mulyasa.2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Nasution. 2006.  Metode Research. Jakarta : Bumi Aksara
Suyanti, Retno Dwi. 2010. Strategi Pembelajaran Kimia. Yogjakarta : Graha Ilmu 

Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Recent Posts

Total Pengunjung

Tentang Saya

My Photo
Hi, My name's Adi Rahman, Nice to meet you..