Makanan yang dapat
menurunkan kemampuan Otak
ANDA mungkin pernah mendengar ada makanan
yang dapat meningkatkan IQ. Tetapi, apakah Anda mengetahui makanan kurang sehat
yang dapat menurunkan kemampuan otak?
Jika Anda penasaran, berikut ini
jawabannya dari Adiie Rachman.
1.
Gula
Bukan rahasia lagi bila kelebihan gula
berbahaya bagi kesehatan, tapi ada riset baru yang menunjukkan bahwa gula juga
dapat mengurangi kemampuan otak. Dalam penelitan yang dilakukan terhadap tikus,
para peneliti UCLA menemukan bahwa tikus yang diberi larutan sirup jagung
tinggi fruktosa kesulitan keluar dari labirin, lambat dalam belajar, dan
kehilangan memori dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi sirup jagung
tinggi fruktosa, serta asam lemak omega-3 yang dipercaya dapat meningkatkan
kemampuan otak.
Para peneliti menduga,
fruktosa menurunkan aktivitas otak karena memengaruhi kemampuan insulin untuk
membantu sel-sel otak menggunakan gula dalam proses pikiran dan emosi. Asam
lemak omega-3 tertentu dapat mencegah efek bahaya fruktosa pada otak. Untuk
itu, kurangi atau minimalkan asupan gula pada tubuh dan konsumsi makanan yang
kaya omega-3, termasuk kenari, salmon, biji rami, dan kedelai.
2.
Daging merah dan mentega
Makanan yang mengandung lemak jenuh
tinggi (lemak jahat) dapat mencederai fungsi otak, menurut penelitian baru
Harvard yang diterbitkan di Annals of Neurology. Peneliti memelajari
kebiasaan makan dan kaitannya terhadap fungsi otak pada 6.000 wanita selama
empat tahun. Mereka menemukan, bahwa wanita yang mengonsumsi lemak jenuh meraih
skor paling rendah pada tes fungsi otak dan memori. Sedangkan wanita yang
mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal (ditemukan dalam makanan seperti minyak
zaitun dan alpukat) memiliki skor yang lebih tinggi.
Anda tidak perlu
menghindari sumber lemak jenuh sepenuhnya, tetapi pilih produk hewani yang
rendah atau tanpa lemak, seperti keju, yoghurt, dan susu. Hindari daging olahan
seperti daging asap. Konsumsi lebih banyak protein dari sumber nabati, seperti
kedelai dan kacang-kacangan.
3.
Keripik, pizza, dan junk food lainnya
Sebuah studi pada tahun 2011 di Inggris
terhadap hampir 4.000 anak ditemukan bahwa anak yang makan junk food pada usia
tiga tahun akan mengalami penurunan IQ sedikit lima tahun kemudian jika
dibandingkan dengan anak yang makan makanan sehat. Pilihan makanan yang sehat
dan cerdas pada anak usia dini tampaknya mempengaruhi kemampuan verbal
anak-anak. Makanan sehat sangat penting pada tahun-tahun awal perkembangan
otak.
4.
Permen karet
Sebuah penelitian baru-baru ini di
Inggris yang diterbitkan dalam Quarterly Journal of Experimental Psychology
menemukan, bahwa mengunyah permen karet selama latihan menghapal dapat
mengacaukan ingatan jangka pendek. Para peneliti percaya, tindakan mengunyah
mungkin dapat menghalangi konsentrasi ketika mengingat. Temuan ini bertentangan
dengan penelitian sebelumnya yang menemukan hubungan positif antara mengunyah
permen karet dan melakukan tugas.
Meski hasil penelitian
masih simpang siur, pastikan untuk meningkatkan kemampuan otak dalam rutinitas
harian Anda, seperti minum air yang banyak (dehidrasi dapat memengaruhi fokus
dan ketajaman otak), tidur yang cukup, dan bermain game otak.
5.
Diet rendah karbohidrat
Kekurangan karbohidrat dapat melemahkan
kemampuan otak, energi, dan mood). Tufts Universitas menguji 19 wanita
berusia 22-55 tahun dan menemukan bahwa ketika karbohidrat dihilangkan dalam
makanan, mereka menunjukkan penurunan kemampuan kognitif secara bertahap
dibandingkan dengan kelompok yang memilih diet rendah kalori, tapi tetap
mengonsumsi karbohidrat.
Tubuh Anda membutuhkan
karbohidrat untuk fungsi-fungsi penting, termasuk memicu otak. Jadi, hindari
diet yang menghilangkan atau sangat membatasi karbohidrat. Pilih karbohidrat
sehat, seperti pasta dan roti gandum, beras merah, dan quinoa.







No comments:
Post a Comment